Senin, Desember 22

[Tips] Jual Putus atau Royalti?


Sumber : http://iwok.blogspot.com

Tanpa bermaksud sok tahu atau sok ngajarin, berikut ini saya ingin menyampaikan tentang sistem jual putus dan sistem royalti dalam dunia penerbitan. Tentu saja berdasarkan pengalaman-pengalaman saya selama ini.

Selama ini, dikenal adanya dua sistem pembayaran apabila sebuah naskah diterbitkan oleh sebuah penerbit. Entah itu buku non fiksi maupun fiksi. Sistem ini adalah Jual Putus dan Royalti. Biasanya pada saat naskah sudah mendapat persetujuan terbit, akan terjalin komunikasi mengenai segala sesuatu yang berhubungan dengan rencana penerbitan naskah tersebut antara penulis dan editor (yang mewakili penerbit). Salah satu diantaranya adalah mengenai kontrak dan sistem pembayaran. Ketika ditawarkan apakah kita akan mengambil sistem jual putus atau royalti, manakah yang sebaiknya diambil?

Seringkali saya mendapatkan pertanyaan dari teman sesama penulis ketika dia dihadapkan pada pilihan ini. Mereka kebingungan, apakah harus memilih jual putus atau royalti? Nah, sebelum memutuskan salah satunya, lebih baik kita lihat dulu apakah keuntungan dan kerugian dari kedua sistem pembayaran ini.

Jual Putus
  • Penulis hanya akan menerima satu kali pembayaran saja, yaitu pembayaran di muka ketika kesepakatan sudah disetujui dan kontrak jual beli sudah ditandatangani. Setelah itu penulis tidak akan menerima pembayaran lagi.
  • Besar harga tergantung kesepakatan antara Penulis dengan Penerbit. Hanya saja, biasanya setiap penerbit sudah mempunyai standar harga masing-masing untuk setiap jenis naskah. Tetapi, kalau Penulis memiliki nilai tawar (bargaining power) tersendiri, bisa saja kita meminta nilai lebih dari angka yang ditawarkan oleh penerbit. Yang jelas, naskah belum bisa diterbitkan kalau kesepakatan ini belum disetujui kedua belah pihak.
  • Bargaining power dimaksud misalnya, tema yang ditulis belum pernah ada sebelumnya, berpeluang menciptakan tren baru, memiliki peluang untuk menjadi best seller,dan lain-lain. Hal-hal seperti itu yang bisa diajukan sebagai dasar pengajuan permintaan kenaikan harga. Jadi tidak semata-mata kita meminta harga tinggi kalau tidak ada ‘sesuatu’ yang lebih dari naskah kita. Apalagi, kalau kita adalah penulis baru yang belum dikenal di dunia perbukuan, biasanya penerbit memiliki pertimbangan tersendiri.
  • Penulis dan Penerbit akan menandatangani Surat Akad Jual Beli Naskah (SAN) –istilahnya bisa berbeda-beda di setiap penerbit.

Keuntungan
  • Penulis akan menerima pembayaran sekaligus (sesuai angka kesepakatan) tanpa perlu menunggu periode pembayaran seperti yang diberlakukan pada sistem royalti.
  • Apabila buku tidak laku, penulis tidak akan merasa rugi karena sudah dibayar di muka.

Kerugian
  • Apabila bukunya ternyata laris dan bahkan best seller, penulis tidak akan mendapatkan keuntungan/pembayaran apapun lagi.
  • Setiap kali terjadi cetak ulang, penulis hanya akan mendapatkan bukti cetak ulang saja.

Royalti
  • Penulis akan menerima pembayaran royalti secara rutin pada setiap periode pembayaran. Periode pembayaran yang selama ini pernah saya terima cukup bervariasi, dari yang per-triwulan (tiga bulanan), per kwartal (empat bulanan), dan per semester (enam bulanan). Setiap penerbit memiliki sistem periode pembayaran yang berbeda-beda. Untuk mengetahuinya, bisa dibaca pada kontrak penerbitan.
  • Besaran royalti di setiap penerbit bisa sama, bisa pula berbeda. Tergantung dari penerbit yang bersangkutan. Untuk buku anak yang membutuhkan banyak ilustrasi biasanya prosentasi royalti akan jauh lebih kecil dari royalti standar, karena harus berbagi dengan ilustrator. Standar umum royalti adalah 10% dari harga jual buku.
  • Setiap penerbit memiliki standar royalti masing-masing. Angka prosentasi yang kita terima akan tercantum dalam kontrak penerbitan. Penulis boleh mengajukan negosiasi royalti (permintaan kenaikan prosentasi royalti) apabila memiliki bargaining power, seperti yang sudah dijelaskan pada sistem jual putus di atas.
  • Royalti yang dibayar dihitung dari rekapitulasi penjualan buku kita setiap periodenya. 
  • Contoh perhitungan royalti. Dalam suatu periode, buku yang terjual adalah sebanyak 1.000 eks dengan harga jual Rp. 30.000,- Sementara itu prosentasi royalti kita adalah 10%, maka perhitungannya adalah sebagai berikut :

1.000 eks x Rp. 30.000,- = Rp. 30.000.000,- x 10% = Rp. 3.000.000,-

  • Jangan salah, setiap royalti akan dipotong PPh Pasal 23 sebesar 15% (untuk yang memiliki NPWP) atau 30% (untuk yang tidak memiliki NPWP). Karena itu, setelah didapat nilai royalti dari perhitungan di atas, nilai royalti kita harus dikurangi terlebih dahulu oleh PPH, seperti berikut :

            Jumlah Royalti                                      Rp. 3.000.000,-
PPh Psl 23 (Rp. 3.000.000,- x 15%)   Rp.    450.000,-  (-)
Royalti yang diterima                            Rp. 2.550.000,-

  • Penulis dan Penerbit akan menandatangani Surat Perjanjian Penerbitan (SPP).

Keuntungan
  • Sistem royalti bagi saya tidak ubah sebagai tabungan yang akan cair setiap akhir periode pembayaran. Setidaknya ada sesuatu yang ditunggu-tunggu pada setiap akhir periode. Bukankah sangat menyenangkan apabila setiap 6 bulan sekali rekening kita akan terisi lagi secara otomatis? J
  • Apabila buku kita laris, best seller sampai cetak ulang berkali-kali, maka pendapatan kita pun akan terus bertambah. Royalti kita akan terus dihitung dari setiap buku yang terjual. Menyenangkan sekali bukan?
  • Di penerbit-penerbit tertentu, ada bonus (tambahan) royalti apabila buku kita best seller dan melewati jumlah penjualan tertentu. Katakan saja awalnya royalti kita adalah 10%. Setelah melewati jumlah penjualan tertentu, Penulis akan mendapatkan bonus royalti 1% sehingga untuk penjualan di atas angka tersebut akan menjadi 11%. Mantap jaya kan? J

Kerugian
  • Kita harus sabar menunggu setiap akhir periode untuk mendapatkan penghasilan.
  • Apabila buku tidak laku, maka pendapatan penulis pun sedikit. Royalti hanya diterima dari prosentasi buku yang terjual saja.

Jadi, mending yang mana?
Tentu saja keduanya memiliki keuntungan dan kekurangan tersendiri. Tinggal kita timbang-timbang lagi semendesak apa kita membutuhkan dana. Apabila ternyata kita memerlukan dana mendesak (karena suatu kepentingan yang tidak bisa ditunda), tentu jual putus adalah pilihan yang tepat. Kita bisa menerima penghasilan dari penjualan naskah dengan sekaligus dan cepat. Selain itu Penulis pun tidak perlu takut apakah nanti bukunya akan laku atau tidak.

Hanya saja, kalau anda menulis for fun (menulis karena hobi dan bukan karena materi), atau tidak dalam kondisi sedang memerlukan dana mendesak, kenapa tidak memilih sistem royalti saja? Bukankah peluang mendapatkan penghasilan yang lebih besar pun selalu terbuka? Sistem royalti juga ikut memacu penulisnya agar ikut turun tangan dalam promo dan penjualannya. Bukankah semakin banyak buku terjual kita juga akan semakin untung? 

Semoga bermanfaat.
Selamat menulis :) 



Senin, Desember 15

Cetak Brosur Berkualitas, Cepat Dan MURAH


Halo sahabat BukuTerbit.com..

Pasti sudah tahu kan ? bahwa sebuah kegiatan usaha perlu yang namanya PROMOSI.
Salah satu alat promosi adalah Flyer atau Brosur.
Mengapa diperlukan Flyer atau Brosur ?
Seperti halnya kita tahu ada promosi secara online, ada juga promosi secara offline,
Promosi yang dilakukan untuk menarik hati atau memberi informasi melalui online dapat dilakukan dengan cara membuat iklan -iklan melalui jaringan media di internet, iklan televisi atau iklan radio.
Nah untuk promosi secara offline dapat kita lakukan dengan cara membuat iklan di media cetak atau melalui penyebaran bosur.

Berapa banyak brosur atau flyer yang diperlukan untuk sarana promosi tersebut ?
Hanya Anda yang tahu.
Saat ini banyak sekali kemudahan yang ditawarkan oleh percetakan untuk memenuhi kebutuhan akan Brosur atau Flyer tersebut.

Untuk kebutuhan Brosur atau Flyer dalam jumlah sedikit, biasanya dilakukan dengan cetak DIGITAL PRINTING. Sedangkan untuk keperluan pembuatan Brosur atau Flyer dalam jumlah yang banyak
 ( biasanya lebih dari 1000 lembar  ) akan dilakukan dengan cetak OFFSET PRINTING.

Ingin dibantu untuk pembuatan Flyer dan Brosur ?
Pastikan untuk menghubungi BukuTerbit.com.
Banyak pilihan yang dapat dijadikan pertimbangan.
Sesuaikan dengan kebutuhanmu ya.

Berikut  ini Daftar Harga Cetak BROSUR dengan Digital Printing ataupun Offset Printing





Note :
          Harga tersebut belum termasuk Ongkos kirim ya.

Ukuran A3 = 29,7 x 42 Cm
Ukuran A4 = 29,7 x 21 Cm
Ukuran A5 = 14,8 x 21 Cm
Uk. 1/3 A4 =  9,9  x 21 Cm

Berat 1000 Lembar Brosur Ukuran A4 = 9 Kg
Berat 1000 Lembar Brosur Ukuran A5 = 4,5 Kg ( biasanya  oleh jasa ekspedisi akan dihitung 
                                                                                 menjadi 5 Kg )
Berat 1000 Lembar Brosur Uk. 1/3 A4 = 3 Kg.

Sahabat bisa menggunakan jasa ekspedisi yang sudah menjadi langganan untuk pelayanan pengiriman  barang lebih cepat.

*Note) Untuk file siap cetak, harus dikirimkan dalam bentuk format .jpeg resolusi 300 dpi / ppi, CMYK, skala 1:1, untuk teks warna hitam menggunakan rumus : C0 M0 Y0 K100.
Jika ada pertanyaan, silahkan menghubungi Customer Service kami

Silahkan melakukan pemesanan melalui formulir tersedia atau langsung melalui email kami :
bukuterbit@gmail.com


FORMULIR PESANAN
Nama Anda *
Phone Anda *
Email Anda *
Jenis Pesanan
Metode Pembayaran
File 1
File 2
Pesan Anda
Alamat Pengiriman
& No. Telepon

Nama Penerima
Powered byEMF Online Order Form
Report Abuse
Salam sukses

Tim Buku Terbit


Minggu, Desember 7

6 LANGKAH MUDAH CARA PESAN CETAKAN di BukuTerbit.com







Halo sahabat BukuTerbit,

Ingin melakukan pemesanan ?...
Caranya sangat mudah
Pemesanan bisa dilakukan online 24 jam, 7 hari

PELAYANAN CUSTOMER SERVICE :
Call/Sms/Whatsapp : 0816 734 833, 0812 1273 2949
Senin - Jumat : 09.00 - 17.00 WIB
Sabtu : 09.00 - 15.00 WIB
Minggu dan Libur Nasional : Tutup

6 LANGKAH MUDAH CARA PESAN CETAKAN di BukuTerbit.com :

1a. Tulis DATA pengorder dengan LENGKAP
  b. Tulis SPESIFIKASI cetak yang diinginkan
  c. Upload FILE CETAK dengan kualitas yang baik
2. Kami akan mengecek KELAYAKAN file yang dikirim, lalu membalas email konfirmasi berikut menyertakan Invoice Pembayaran.
3. LAKUKAN pembayaran ke Rekening Yang Tercantum di Invoice
4. Lakukan KONFIRMASI pembayaran dengan menyertakan BUKTI Transfer untuk memudahkan pengecekan di pihak kami.
5. Kami akan mengecek pembayaran Anda lalu mengirimkan email  konfirmasi mengenai proses pemesanan dan jadwal pengiriman
6. SUKSES. Proses order telah berhasil. Silahkan menunggu hasil pesanan sesuai jadwal.
Kami menantikan pesanan Anda selanjutnya. Terima kasih

*Note) Untuk file siap cetak, harus dikirimkan dalam bentuk format .jpeg resolusi 300 dpi / ppi, CMYK, skala 1:1, untuk teks warna hitam menggunakan rumus : C0 M0 Y0 K100.
Jika ada pertanyaan, silahkan menghubungi Customer Service kami

Silahkan melakukan pemesanan melalui formulir tersedia atau langsung melalui email kami :
bukuterbit@gmail.com


FORMULIR PESANAN
Nama Anda *
Phone Anda *
Email Anda *
Jenis Pesanan
Metode Pembayaran
File 1
File 2
Pesan Anda
Alamat Pengiriman
& No. Telepon

Nama Penerima

Kamis, November 27

Paket Penerbitan







Halo sahabat penulis....

Karyamu sudah siap untuk diterbitkan ?
Silahkan mempelajari paket penerbitan apa yang ingin sahabat pilih.

Pastikan sahabat juga ambil bagian untuk promosi karyamu.
Ingat.. keberhasilan penjualan bukumu adalah juga bagian dari tanggung jawabmu.

Silahkan melakukan pemesanan melalui formulir tersedia atau langsung melalui email kami :
bukuterbit@gmail.com


FORMULIR PESANAN
Nama Anda *
Phone Anda *
Email Anda *
Jenis Pesanan
Metode Pembayaran
File 1
File 2
Pesan Anda
Alamat Pengiriman
& No. Telepon

Nama Penerima
Salam sukses,

Tim BukuTerbit.com

Rabu, November 26

Promosikan Dirimu lewat Kartu Nama..!


Halo sahabat BukuTerbit.com.

Bagaimana hari-harimu ? semoga selalu menyenangkan dan sukses ya...

Pernah punya pengalaman datang ke resepsi pernikahan terus mendapati semua hidangan disajikan dan dihias dengan bagus, keren, unik terus ketika mencicipi hidangannya..ehmm enak-enak semuanya...!
Atau sahabat melihat dekorasi pelaminan kedua mempelai yang begitu indah dan megah ? atau bahkan sahabat begitu takjub dengan busana pengantin dan para among tamunya ?
Pasti pernah ya..
Ketika sahabat merasakan hidangan yang nikmat itu, dekorasi yang cantik dan apik, busana yang menakjubkan..apa sih yang terbersit di benak sahabat ?
Pasti jadi kepingin tahu kan pakai jasa catering siapa ? dekorasi panggungnya siapa yang buat ..? terus busana yang dipakai untuk acara tersebut dibuat di mana ya ?

Naah...cobalah sedikit sahabat perhatikan, di beberapa sudut meja sahabat akan menemukan se kotak kartu nama yang tentu saja boleh sahabat ambil.
Ada kartu nama catering  yang menyajikan hidangan pesta, kartu nama penata busana bahkan seringkali hanya ada satu kartu nama yaitu EO (Event Organizer) nya saja.

Kartu nama inilah sarana paling praktis untuk ajang promosi untuk sebuah perusahaan atau juga perorangan.
Ukuraan standard kartu nama biasanya 9 x 5 Cm. Kecil bentuknya namun besar manfaatnya karena biasanya sering menjadi cerminan untuk sebuah kesan yang baik ataupun  profesionalisme. Bahkan lembar kecil Kartu Nama tersebut adalah bagian dari strategi marketing yang  dapat berbicara banyak sebelum si empunya kartu nama bicara.
Karena boleh jadi Kartu Nama juga merupakan identitas diri seseorang atau perusahaan

Kalau begitu siapa saja yang boleh punya Kartu Nama ?
Semua orang boleh punya Kartu Nama.
Cukup cantumkan semua informasi/profil diri  yang sahabat ingin orang lain tahu tentang sahabat atau kalau untuk perusahaan maupun usaha jasa perorangan sampaikan layanan-layanan apa yang bisa ditawarkan kepada calon pelanggan.

Untuk itulah desain kartu nama memegang peranan yang cukup penting untuk menampilkan image/kesan yang ingin dibangun oleh sebuah perusahaan atau perorangan.
Banyak contoh-contoh desain kartu nama yang dengan mudah sahabat dapat temukan di internet, juga template-template kartu nama gratis yang dapat sahabat unduh untuk memulai membuat kartu nama.

Mau dibantu untuk mencetak Kartu Nama ?
BukuTerbit.com akan dengan senang hati membantu



Untuk cetak  Kartu Nama dengan harga ekonomis adalah dengan spesifikasi sebagai berikut :

Ukuran : 9 x 5 Cm
Bahan ArtCarton 260 gr
Cetak Full Color ( mau ada gambar diri sahabat juga boleh..hehehe )
Sudah termasuk box/kotak mika kartu nama
Isi 1 Box = 100 lembar
Minimal pesanan 2 Box
Harga :
Cetak 1 Sisi/Muka : Tanpa Laminating @ Rp, 25.000,-/Box
                                 Dengan Laminating Dof/ Glossy @ Rp. 60.000,-/Box

Cetak 2 Sisi/Bolak - Balik : Tanpa Laminating @ Rp, 55.000,-/Box
                                              Dengan Laminating Dof/ Glossy @ Rp. 85.000,-/Box

Info selengkapnya cara pemesanan :


Bagi sahabat yang belum memiliki desain kartu nama, berikut ini beberapa alternatif yang bisa di pilih :

Banner "C" No. 1-8 ( hitung dari Atas )

Banner " B " No. 1-8 ( hitung dari Atas )

Banner " A " No. 1-8 ( hitung dari Atas )

















Conceived hands 1





















Conceived hands (2)












Conceived hands (3)

























Conceived hands (4)
Conceived hands (5)
Floral Card 31
Floral Card 32
Floral Card 33
Floral Card 34
Floral Card 35
Mercusuar
Hand Painted Flower
Hand Painted Pattern
Pocket Pink, Red, Orange, Yellow ( pilih salah satu )
Green Leaf Background
Tulip Border

Untuk sahabat yang telah memiliki desain, dapat upload file yg telah siap

*Note) Untuk file siap cetak, harus dikirimkan dalam bentuk format .jpeg resolusi 300 dpi / ppi, CMYK, skala 1:1, untuk teks warna hitam menggunakan rumus : C0 M0 Y0 K100.
Jika ada pertanyaan, silahkan menghubungi Customer Service kami

Silahkan melakukan pemesanan melalui formulir tersedia atau langsung melalui email kami :
bukuterbit@gmail.com


FORMULIR PESANAN
Nama Anda *
Phone Anda *
Email Anda *
Jenis Pesanan
Metode Pembayaran
File 1
File 2
Pesan Anda
Alamat Pengiriman
& No. Telepon

Nama Penerima
Ayooo..buruannn..
Promosikan dirimu lewat Kartu Nama..!

Salam sukses ya.
BukuTerbit.com


Minggu, November 9

Layanan ISBN Gratis


Halo sahabat penulis...

Tetaplah terus menulis.
Selesaikan apa yang telah kamu mulai.
Kamu boleh istirahat sejenak..tapi jangan kelamaan ya.
Tetap fokus akan mengantarkanmu pada lahirnya sebuah karya.
Dan di kemudian hari...boleh jadi kamu terpesona dan tidak menyangka...
hasil karyamu menjadi perbincangan dunia...amiien

Nah, sahabat penulis tentu menginginkan karya tersebut dibukukan. 
BukuTerbit.com memfasilitasi untuk menerbitkan karya - karya sahabat penulis menjadi sebuah buku yang layak seperti standar buku - buku yang dijual di toko buku ternama.
Salah satu dari standar tersebut adalah : memiliki ISBN

Fasilitas ISBN kami berikan GRATIS atas nama Penerbit fDn Publishing House.
Namun tentu saja ada syaratnya yaitu :

(1)   PENULIS menjamin sebagai pemilik sah dari naskah tersebut dan tidak melanggar hak cipta orang lain.
(2)   PENULIS menjamin tidak menyerahkan naskah  atau kutipan naskah yang sama  tersebut kepada pihak lain untuk diterbitkan
(3)   PENULIS menjamin naskahnya tidak bertentangan dengan Pancasila, UUD 1945 serta Garis-Garis Besar Haluan Negara dan tidak memuat hal-hal yang dianggap fitnah, penghinaan atau merugikan nama baik pihak lain.
(4)   PENULIS bertanggung jawab sepenuhnya apabila dikemudian hari terjadi gugatan oleh pihak lain atas isi naskah tersebut dan membebaskan PENERBIT dari segala tuntutan berdasarkan hal – hal yang ia jamin dalam ketiga ayat tersebut.

Dengan pemberian ISBN atas nama penerbit fDn Publishing House, secara otomatis ketentuan tersebut di atas sah meskipun tidak ditanda tangani.

Apabila ada yang ingin ditanyakan, jangan ragu untuk mengirim email ke :
bukuterbit@gmail.com 
Atau hubungi : 0812 1273 2949

Salam sukses,

Tim BukuTerbit.com

Sabtu, November 1

Inspirasi hidup ” Buah-Buah Kesuksesan Takkan Tumbuh Di Lahan Gersang “


Suatu hari seorang teman datang ke rumah Nasrudin. Teman tersebut bingung dan penasaran, dari semenjak ia datang, Nasrudin sibuk mencari sesuatu dihalaman rumahnya. Sudah lama tapi belum ketemu. Akhirnya sang teman bertanya; ‘ Nasrudin, kamu sedang mencari apa? oh saya sedang mencari jarum. Jarum saya terjatuh. Temannya bertanya lagi ‘Nas, jarumnya jatuh di mana ? Oh, tadi jatuh di dalam rumah. Tetapi karena di dalam gelap, saya mencari di luar saja, di sini lebih terang.

Sering kali manusia mau sukses, tapi mau mudahnya saja. Cenderung menghindari kesulitan, ingin jalan pintas, tapi justru tersesat. Seorang siswa/mahasiswa ingin nilai bagus agar disayang orang tua, guru, dan dipuji oleh teman-temannya melakukan hal kurang terpuji saat ujian, memanfaatkan kecanggihan teknologi untuk mendapatkani kunci jawaban dengan cara mudah, cepat dan tepat. Nilainya memang bagus, tetapi pengetahuannya kosong. Seorang pekerja ingin naik jabatan dengan cara ABS pada bosnya, akhirnya naik jabatan tapi akhirnya stress karena tidak menguasai alur pekerjaannya.

Seorang trainer ingin dikenal, menjiplak bahan training orang lain mentah-mentah dan akhirnya kesulitan saat pelatihan, kehilangan esensi materi dan pada akhirnya ditinggalkan. Begitu banyak contoh nyata dikehidupan ini. Manusia cenderung tak berani menghadapi kesulitan, hambatan dan tantangan hidup. Berusaha lari dari kenyataan hidup, tak berani menatap masa depan, tak berani menjadi dirinya sendiri. Ini disebabkan kemalasan, ‘kebodohan’ dan terbuai oleh sukses instan. Punya cita-cita selangit, tetapi tindakan serendah bumi ( tanah).

Ilmu hidup sukses sering kali begitu dekat dengan diri kita, bahkan hampir setiap hari kita jumpai, tetapi sering kali kita abaikan, kita sepelekan, kita hempaskan begitu saja. ‘Rumput tetangga lebih hijau’, sebuah ungkapan yang senantiasa menjadi kenyataan. Seringkali ‘Guru-guru kesuksesan’ berada begitu dekat dengan kita, tetapi sering pula kita abaikan. Bisa saja banyak inspirasi kesuksesan hidup berasal dari teman, atasan, kekasih, orang tua bahkan bawahan, kita abaikan begitu saja. Kita bisa belajar kerendahan hati dari seorang office boy atau seorang tukang sampah, kita bisa belajar tentang bagaimana ‘Menyuburkan lahan hidup’ dari seorang petani, dan sebagainya. Tetapi karena itu menurut kita pekerjaan seperti itu biasa-biasa saja dan merupakan rutinitas, kita gagal mendapatkan pembelajaran kesuksesan yang luar biasa.

Manusia cenderung mencari ‘guru-guru kesuksesan’. Dari satu guru keguru yang lain. Mencari guru yang bisa menghadirkan kesuksesan dalam tempo sesingkat-singkatnya, yang dapat membangun menara dalam satu malam. Saya pribadi seringkali bertemu dengan orang-orang yang banyak sekali belajar, tetapi bingung bagaimana menerapkan ilmu yang didapatkannya. Mereka mengeluhkan kenapa kesuksesan tak bersahabat dengan mereka ? Pintu kesuksesan seakan tertutup bagi mereka. Jawaban sederhana saya adalah karena mereka cenderung mencari di luar, tapi mengabaikan faktor dalam dirinya.

Setiap orang hidup membawa talenta-talenta yang berbeda. Setiap orang mulai dari titik awal yang berbeda. Tentu saja waktu sukses pun berbeda. Sebagian orang senantiasa mencari sukses dari faktor eksternal, tetapi melupakan hakekat sukses yang sebenarnya ada di dalam dirinya. Tanpa memperbaiki faktor dalam diri, tanpa memperbaiki ‘lahan kehidupan’, tanpa menyuburkan ‘lahan kehidupan’ mustahil buah-buah kehidupan/kesuksesan bisa tumbuh dengan subur. Mulailah berbenah diri, lihat lebih jauh ke dalam, temukan segala kekurangan, perbaiki, pasti sukses akan hadir bersama anda.


Sumber :
http://tanpa-batas.com/kisah-inspiratif-inspirasi-hidup-buah-buah-kesuksesan-takkan-tumbuh-di-lahan-gersang

Rabu, Oktober 29

Apa Keuntungan dan Kerugian Cetak Sendiri Buku Anda? (Print on Demand)

1385834852961672396Dalam dunia penerbitan buku, ada system percetakan buku yang dikatakan POD atau Print on demand. Yaitu sebuah system cetak yang tidak harus berjumlah minimum cetak hingga 2000 eksemplar, namun dapat mencetak bahkan hanya 1 buku!

Penawaran POD ini sangat marak ditawarkan dalam berbagai situs percetakan indie. Yang banyak menjadikan tertarik bagi para penulis awal adalah bahwa mereka dapat mencetak bukunya walau hanya berjumlah 1 buku. Wow menarik bukan? Kemudian lagi, buku para penulis pemula tersebut tanpa melewati review yang biasa dilakukan oleh penerbit, dan tentu saja akan selalu naik cetak tanpa ada yang mengkoreksi baik itu isi maupun tata bahasa yang ada.

Baik itu percetakan Indie atau POD, tentu saja memiliki keuntungan dan kerugian dalam melakukannya. Untuk itu, bila anda penulis pemula, anda harus memahami seluk beluk hal ini agar anda dapat melakukan hal-hal yang lebih strategis dalam menerbitkan buku anda.

Apa yang harus anda pilih ketika anda memutuskan untuk melakukan POD?

Lakukan cetak Indie apabila anda mempunyai komunitas dan buku anda hanya anda tujukan kepada komunitas anda tersebut, karena maksimal cetak buku akan dapat dihitung dari seberapa banyak orang dalam komunitas anda yang kemungkinan akan membeli buku anda.

Saya berikan contoh:

Bila anda menggunakan facebook atau media social lainnya (tidak menggunakan distributor resmi yang dapat masuk ke semua toko buku), maka jumlah teman yang aktif akan dapat dihitung sebagai kemungkinan pembeli buku anda. Bila jumlah teman aktif anda adalah 200 orang (ini yang sering komen, interaksi), maka bila satu orang diasumsikan membeli rata-rata 2 buku, maka jumlah maksimal cetak dari buku Indie hanyalah 400 eksemplar. Kemudian bila ditambah 100 eksemplar sebagai jumlah rata-rata yang pesan lebih, maka maksimal buku terjual dari cetak indie yang mengandalkan komunitas social media hanyalah dalam jumlah cetak 500 eksemplar (ini tadi dihitung apabila teman yang aktif dalam interaksi social media anda adalah 200 orang)

Coba kita bandingkan apabila anda menggunakan percetakan konvensional yang mempunyai minimal cetak pertama adalah 5000 eksemplar buku, menggunakan distributor toko buku, maka bila saya ambil contoh buku saya yang sampai naik cetak sampai 22 kali, maka jumlah eksemplar terjual adalah 110.000 eksemplar! Dimana jumlah ini tidak terkejar oleh cetak Indie/POD yang hanya mengandalkan komunitas social media saja.

Lakukan cetak POD bila anda sedang melakukan branding tentang diri anda, dimana nantinya anda bertujuan akan menjual tulisan anda kepada penerbit besar.

Lakukan cetak POD bila anda sedang menjual idealisme isi dari tulisan anda, atau lebih banyak sharing pengalaman diri anda.

Yang banyak ‘mengecoh’ adalah istilah cetak ulang dalam POD. Ada yang bilang bahwa bukunya sudah cetak ulang sampai 5 kali naik cetak, padahal dalam POD setiap cetak misalnya hanya naik 50 eksemplar, yang berarti 5 kali cetak hanya berjumlah 250 eksemplar.

Bila anda penulis pemula, saya tetap menyarankan anda untuk menawarkan tulisan anda kepada penerbit, sehingga anda mengetahui mutu tulisan anda, apakah layak jual atau tidak. Tim dari penerbit akan menilai tulisan anda sebagai tulisan layak jual atau tidak, sehingga sekali lagi dengan menawarkan tulisan anda ke penerbit, maka anda akan tahu kualitas laku atau tidaknya isi tulisan anda.

Disisi lain, cetak Indie atau POD akan memerlukan biaya cetak yang lebih banyak dari cetak konvensioal sehingga harga jual buku POD akan lebih mahal dari buku biasanya di toko buku. Ini tentu saja sudah menghabiskan biaya produksi tersendiri.

Contoh bila buku dengan jumlah halaman yang sama, kertas yang sama, kualitas cetak yang sama, maka bila dicetak dengan POD ongkos produksi dapat mencapai 25.000 rupiah per buku, maka dengan cetak konvensional ongkos produksi hanya mencapai 7000 rupiah per buku. Dari kedua harga tersebut tentu saja akan sangat mempengaruhi harga jual ke pasaran.

Iklan tentang penulis pemula yang dapat mencetak buku cepat walau hanya 1 buku, akan sangat menyesatkan, karena penulis pemula tidak diberdayakan untuk mengetahui kualitas isi tulisan yang ia buat.

Sekarang, bila anda tahu konteks dan kapan anda harus melakukan POD, maka alangkah lebih baik bila anda juga melakukan penawaran tulisan anda ke penerbit.

Bagaimana strategi anda menawarkan tulisan ke penerbit? Dan bagaimana membuat tulisan anda menarik dalam dunia pemasaran buku?

Saya akan sharing tentang hal tersebut pada workshop menulis dengan temaSUBCONSCIOUS WRITING pada tanggal 12 Januari 2014 di Hotel Oasis, Senen Jakarta pusat.

salam menulis!

Agung Webe
http://ekonomi.kompasiana.com/bisnis/2013/12/01/apa-keuntungan-dan-kerugian-cetak-sendiri-buku-anda-print-on-demand--614626.html